Tag Archive: Arsenal


English Friday : In Arsene We Trust

IMG_4010 - CopyWhen the admin of BEC announced that the challenge of this week would be : “Snap and tell a story”, I remembered a simple picture with big meaning which I took on July 2012 in Bukit Jalil Stadium, Kuala Lumpur. I took this picture when i attended open training session of Arsenal Football Men’s team.  At that time, Arsenal came to Kuala Lumpur as a part of Asia Tour. The next day after the training session, they played  a friendly games against Malaysia Men’s football team.

I will not talk about the tour as a whole because I will only emphasize on this picture which I took. When I was in the training session, I saw an Arsenal fan brought a banner reading : “In Arsene We Trust”. Some of you may be wondering why Arsenal fan trusts Arsene and who is Arsene.

Arsene Wenger is a coach of Arsenal Football Men’s team. He was appointed as a coach in September 1996. Before joining Arsenal, he was a coach of Nagoya Grampus Eight from 1995 to 1996. Arsene came to “revolutionize” Arsenal. In 1995-1996 Premier League season, Arsenal finished  fifth and they had been without trophies for 3 years. Those “years without trophies” ignited his appointment as a coach.

Two years after his appointment, Arsenal won Premier League and FA Cup. Although Arsenal always failed at trying to win Champions Leaguie, but at least , from 1998 to 2005, they won 11 domestic titles. The problem began to soar after Arsenal failed to win 2006 Champions League edition.  It seemed that fortune was not on the side of them because they began to have difficulty winning any title.

In the middle of “Arsenal crisis”, many people started to doubt Arsene, especially mass media in England and supporters. In contrast, Arsenal board of director always show their support to Arsene.  Even though there are supporters who doubt him, other supporters always support and defend him. They show their support by carrying banner reading : “In Arsene We Trust”. These banners were not only appeared in Emirates Stadium (Arsenal’s homebase in London), but also in Bukit Jalil Stadium, Kuala Lumpur.

Personally, I am an admirer of Arsene Wenger. Despite his failure not winning any title from 2005 to 2014, I always admire him because of his integrity. It was reported that he rejected very interesting offers from Real Madrid, Paris Saint Germain, and England football men’s team. Big money is not his priority as long as he wants to stay in Arsenal. And as long as the board of director and supporters want him to stay….

Advertisements

Inggris Raya adalah sebuah negeri dengan sejarah yang sangat panjang sejak berabad-abad yang lalu. Kalau kalian pernah mendengar istilah : “Britain Rules the waves”, kalian pasti mengetahui betapa pentingnya Inggris di mata dunia. Sejak zaman dahulu pelaut-pelaut Inggris telah mengelilingi dunia, menaklukkan wilayah di luar Inggris dan menjadikannya daerah jajahan.

Pada masa kini, semboyan “Britain rules the waves” tercermin dalam penggunaan bahasa Inggris di banyak negara di dunia. Bagi negara yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris, bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib di sekolah-sekolah menengah di seluruh dunia. Adapula negara yang mewajibkan pelajaran bahasa Inggris sejak sekolah dasar.

Image

(sumber foto : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/40/Britannia_rules_the_waves_IMG_2210.JPG)

 

Pengaruh Inggris tidak hanya terbatas pada penggunaan bahasa di beberapa negara dan pentingnya memperlajari bahasa Inggris. Pengaruh tersebut telah merasuk ke berbagai aspek kehidupan, contohnya sepakbola. Sejak awal tahun 1990-an, Liga Inggris mulai ditayangkan di TV nasional Indonesia.

Saya sendiri baru menonton kompetisi Liga Inggris sejak musim kompetisi 1994-1995, ketika pertama kali saya menyukai sepakbola. Pada saat itu saya tidak mempunyai klub favorit dan menonton hampir semua pertandingan yang melibatkan klub-klub besar. Pertandingan liga inggris pertama yang saya saksikan di televisi adalah pertandingan yang melibatkan klub Sheffield Wednesday. Sheffield bukanlah klub besar, tetapi pada saat itu saya penasaran dengan sepakbola Inggris.

Saya baru memutuskan untuk memfavoritkan Arsenal sejak melihat penampilan kiper David Seaman pada tahun 1995. Pada saat itu, Arsenal menghadapi Sampdoria di semifinal Piala Winners. Seaman menjadi penyelamat dengan menyelamatkan bola hasil tendangan penalti Attilio Lombardo dan membawa Arsenal ke final. Prestasi Arsenal pada musim 1994-1995 tidak terlalu cemerlang karena mereka hanya finish di urutan ke-12 namun hal itu tidak menghalangi kecintaan saya terhadap Arsenal.

Image

(David Seaman. sumber foto : http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/02/18/article-1251973-0859C3F1000005DC-811_468x286.jpg)

 

Kecintaan saya terhadap Arsenal bertambah setelah Arsene Wenger bergabung pada musim 1996-1997. Setahun kemudian, pada musim 1997-1998, Arsenal merebut gelar juara Liga Inggris. Walaupun sempat “kering gelar” selama 9 tahun (2005-2014), kecintaan saya terhadap Arsenal tidak memudar.

Bukti kecintaan saya terhadap Arsenal lainnya tercermin dari usaha saya yang meminta izin kantor untuk menonton Arsenal di Malaysia. Saya berpikir bahwa saya tidak akan dapat pergi ke Inggris sampai kapanpun jika saya tidak memiliki banyak uang. Jadi, saya rela pergi ke Kuala Lumpur untuk menonton pertandingan persahabatan antara Arsenal dan tim nasional Malaysia pada bulan Juli 2012.

Image

(Saya di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur ketika menonton Arsenal)

 

Fakta bahwa saya mencintai Arsenal sudah tidak diragukan lagi. Walaupun demikian, hal itu tidak menutup mata saya untuk menonton pertandingan tim-tim lainnya. Menurut saya, Liga Inggris adalah liga paling kompetitif di dunia. Klub-klub besar dapat dikalahkan oleh klub-klub kecil dan setiap tahun selalu terjadi kejutan di akhir musim. Jarang ada klub-klub Liga Inggris yang memastikan menjadi juara dengan masih banyak menyisakan pertandingan. Tidak mengherankan apabila banyak penggemar sepakbola berlangganan TV kabel untuk dapat menonton pertandingan Liga Inggris.

Hal lain, masih seputar sepakbola, yang membuat saya tertarik dengan klub-klub Liga Inggris adalah bahwa mereka mempunyai kebijakan terkait lingkungan hidup. Lagi-lagi saya mengambil contoh Arsenal sebagai klub yang menerapkan kebijakan lingkungan hidup. Tahukah kalian bahwa Arsenal membangun pusat daur ulang tidak jauh dari Stadion Emirates? Pada hari pertandingan, botol dan gelas plastik dipisahkan dari sampah jenis lainnya, dikumpulkan oleh petugas kebersihan, dan lalu didaur ulang.

Sebagai penggemar sepakbola, saya sangat kagum terhadap klub-klub sepakbola yang tidak hanya mementingkan uang, tetapi juga mampu berbuat sesuatu hal yang positif untuk lingkungan sekitarnya. Lingkungan hidup dan sepakbola adalah 2 hal yang tak terpisahkan. Saya sangat tertarik mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana klub-klub sepakbola Inggris menerapkan kebijakan terkait lingkungan hidup. Hal itu hanya dapat terwujud apabila saya mengunjungi markas mereka di Inggris. Ini adalah mimpi saya sebagai penggemar sepakbola dan manusia yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Mister Potato, please wujudkan keinginan saya untuk pergi ke Inggris!

Image

 

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Mister Potato.