Category: Uncategorized


Human Rights in Turkey

199486 Protestors hold placards reading “free media cannot be silenced” in front of Zaman headquarters on Dec.14, 2014. (Photo: AP)

In a sharply-worded response, Amnesty International described today’s take-over of Zaman newspaper  by court-appointed trustees asthe latest deeply troubling episode in the Turkish authorities’ ongoing onslaught on dissenting media.”

“By lashing out and seeking to rein in critical voices, President Erdogan’s government is steamrolling over human rights,” said Andrew Gardner, Amnesty International’s Turkey expert. Today’s attack is simply the latest salvo in a sustained attack on freedom of expression and freedom of the press in Turkey.

5966656-3x2-940x627 Staff members and supporters of Zaman newspaper shout slogans and hold placards reading “Free press can not be silenced” during a protest against a raid by counter-terror police in Istanbul on December 14, 2014. AFP: Ozan Kose

Amnesty noted:

Just last week, the TV channel IMCTV was taken off air

View original post 88 more words

Human Rights in Turkey

231937 Riot police break the main entrance of the İpek Media Group headquarters in İstanbul during the raid on Wednesday. (Photo: Today’s Zaman)

“Countless unfair criminal prosecutions, including under criminal defamation and anti-terrorism laws, targeted political activists, journalists and others critical of public officials or government policy. Ordinary citizens were frequently brought before the courts for social media posts.”  That’s the grim portrait on freedom of expression in Turkey, as outlined by Amnesty International in its 2015 Annual Report.

View original post 706 more words

War is far from being over in Syria. Nice thought,

Elijah J M | ايليا ج مغناير

CbKelJGWcAAroej

There are three possible scenarios in Syria

Participation of Arab troops  in Syria is not excluded ..

As in Berlin WWII, Syria might face Gharbistan and Sharqistan

By Elijah J. Magnier (@ejmalrai)

A high-ranking officer within the joint operations room in Damascus, which includes Russia, Iran and Syria and Hezbollah said, “ there are three possible scenarios in Syria: The first is the Arab ground troops would enter Syria from the Turkish borders, in the area under the so-called “Islamic State” group (ISIS) on the long bordering front from Jarablus to Al-Ra’ee. This can be possible and quickly achievable if a kind of an agreement is reached between Turkey and ISIS. After all, the Jihadist group has to face either the Turkish-Arab forces – that could allow a possible exit – or the Russian-Iranian-Hezbollah forces where there will be no exit”.

“The second scenario is through the Jordanian borders East…

View original post 845 more words

Human Rights in Turkey

hol1150

When Turkish Prime Minister Ahmet Davutoğluarrived in Netherlands today for one-day talks with his counterpart, Dutch Prime Minister Mark Rutte, activists from Amnesty International were there to greet him.  Their message was simple: Turkey’s on-going human rights abuses can not be ignored. 

In particular, Amnesty is focusing on the dramatic and far-reaching abuses in southeastern Turkey, where indefinite, round-the-clock curfews and other arbitrary measures have resulted in tremendous hardship.

View original post 625 more words

Messi’s Fiscal Case

A Ranting Cruijffista

Lionel Messi appears in court charged for tax fraud

No, Messi is not going to prison. Let’s be very clear about that before going any further.

In Spain, if you do not have prior criminal convictions, you will not get jail time if you are sentenced to less than 2 years. If Messi’s case goes south, he would only get 22 months.

So, no jail, for those worried/excited about that.

Ok, so let’s talk about the last couple of days regarding Messi’s legal case, with the help of my friend @siemprepositifo. You should be following him already, but if you aren’t, start now.

Yesterday, the Spanish Fiscal Authorities decided to only charge Messi’s father and took Messi out of the equation. Proper journalists were tweeting since yesterday that the case was not over for Messi yet, but the usual sport newspapers didn’t care. Messi wasn’t “free to go”.

Today, the District Attorney’s Office ruled they will go after Messi, and, 

View original post 349 more words

Women's Footie Indonesia

FOTO_OFICIAL_PLANTILLA_FEMEN_.v1438944581

Berlatih di siang hari, memiliki pusat kebugaran yang buka 24 jam, mendapatkan pakaian yang telah dicuci, disetrika, dan siap digunakan untuk berlatih, mengambil sebotol air dari kulkas selama latihan, memiliki ruang ganti ber- AC , dan dapat melakukan makan pagi dan bahkan makan siang di fasilitas latihan klub berdasarkan menu yang disiapkan oleh ahli gizi. Baarcelona adalah tim yang bermain di kompetisi liga, Piala Ratu , dan Liga Champions, tetapi sebelum berstatus profesional, semua fasilitas tersebut hanyalah mimpi bagi para pemain.

View original post 519 more words

By : Helga Worotitjan

Saya sering sekali membaca broadcast atau membaca postingan yang berisi: Wanita* harus dimuliakan, disayangi dst..dst.. Kesan yang ditimbulkan seolah pemuliaan perempuan. Benarkah demikian? Saya coba urai apa sebenarnya yang terjadi serta disampaikan oleh pesan-pesan tersebut. Sayangnya oleh kebanyakan masyarakat dianggap sesuatu yang lumrah bahkan indah sehingga minim pemikiran kritis.

Biasanya, isi kalimat-kalimat tersebut kelihatan menjunjung perempuan. Tapi sesungguhnya esensi dasarnya adalah menganggap perempuan selalu lemah dan oleh karenanya perlu dilindungi. Betul bahwa saat menyayangi kita perlu melindungi satu dengan yang lain, tapi bukan melulu menargetkan perempuan. Siapa pun perlu dilindungi saat dalam kondisi terancam jiwa raganya.

Nyatanya, melindungi perempuan yang dimaksud dalam kerangka berpikir dan bersikap yang dimaksud di atas, bukan karena keberadaan yang perlu dilindungi karena selalu ada kemungkinan bahaya dan situasi khusus, tapi lebih pada merendahkan eksistensinya. Eksistensi manusia perempuan. Eksistensinya dinihilkan sebagai manusia yang berdaya.
Yang menjadi masalah adalah, pemikiran seperti ini adalah konstruksi sosial sistem nilai patriarki. Sistem nilai yang menomor satukan laki-laki.

Sesugguhnya yang terjadi adalah perempuan didomestikisasi ke peran-peran ‘second line’ dengan menempelkan sifat-sifat (stereo-typing) lemah-lembut-butuh disayang-selalu hanya memakai perasaan dll. Padahal laki-laki juga. Sistem nilai patriarkilah yang menuntut laki-laki tidak boleh mengekspresikan sifat feminin yang sebenarnya banyak lebih baik dari pada ekspresi maskulin yang lebih banyak dalam bentuk kekerasan.

Sebagian besar laki-laki menjadi maskulin hanya karena tuntutan gender yang sangat purba. Peran dan fungsi sosialnya dipaksa untuk menjadi jagoan, yang nomor satu, yang mendahului, yang menyerang, yang lebih logis dll, sesuai konstruksi sosial.

Masalah besarnya adalah karena tuntutan berlebihan inilah maka laki-laki menjadi di bawah tekanan, lalu maskulinitasnya keluar dalam manifestasi kekerasan terhadap yang dianggapnya lebih bisa didominasi-dikontrol-rentan. Siapa korbannya? Perempuan-anak-minoritas seksual. Apa bentuknya? Perundungan (lebih dikenal dengan bullying), KDP (kekerasan dalam pacaran), KDRT, diskriminasi gender, dan kekerasan seksual (seksisme, pelecehan, pemerkosaan dll). Setara.

Bagaimana menghentikan dan atau mengurangi hal ini?
1. Mengedukasi masyarakat pentingnya menyadari bahwa manusia setara hak dasarnya, hak perempuan adalah hak asasi manusia. Jadi hidup, posisi hukum, pendapat, ekspresi, tubuh dllnya adalah otoritasnya bukan orang lain.

2. Perempuan dan laki-laki memang TIDAK SAMA tapi SETARA. Kesetaraan inilah yang oleh para feminis diperjuangkan. Ketimpangan gender (peran-fungsi sosial perempuan dan laki-laki bentukan budaya-politik-agama-pendidikan dll) membuat ada yang merasa superior (berkuasa, mengontrol & mendominasi) dan inferior (obyek, lebih lemah & penerima keputusan).
Dengan menyadari bahwa semua gender SETARA, akan timbul kesadaran untuk saling menghargai. Yang laki-laki tidak lagi memandang perempuan sebagai obyek, yang hetero tidak lagi melihat yang LGBTIQ/minoritas seksual lebih rendah, serta yang mayoritas tidak menindas dan mendiskriminasi yang minoritas.

3. Pendidikan HAM, seks dan kesehatan reproduksi dini. Tujuannya adalah memberi penyadaran sejak usia dini bahwa manusia setara dan memiliki otoritas atas tubuhnya sendiri. Moda pendidikan ini akan meningkatkan kesadaran dan penghargaan atas diri sendiri dan orang lain. Dengan meningkatnya kesadaran diri, akan berpengaruh kolektif dan menekan angka kekerasan berbasis gender dan agama (KDP, KDRT, kekerasan seksual, diskriminasi dan penyerangan kelompok minoritas dalam konflik/peperangan).

Demikian saya mengajak kita kritis menyikapi fenomena sosial menyangkut hak perempuan dan upaya pemahaman lebih baik terhadap tuntutan kesetaraan. Perempuan bukan ancaman sehingga kesuksesan, kecerdasan dan kecantikannya harus diwaspadai. Saya kutip lirik kelompok musik SIMPONI: “…perempuan bukan obyek seksual, (perempuan adalah) subyek..”

Catatan tentang wanita*: mengapa kini kata perempuan dalam literatur dan penyampaian resmi lebih banyak dipakai dibanding wanita? Bahkan Komnas Perempuan dan kementerian negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga memakai kata perempuan, bukan wanita. Wanita diambil dari kata wani dan toto, mengatur manusia (perempuan).
Perempuan berarti “yang di-empu-kan” atau yang dihornati.

——

Tulisan ini dikutip dari sini

Women's Footie Indonesia

image

Piala Dunia Wanita Kanada 2015 telah memasuki pertandingan kedua fase grup. 552 Pemain dari 24 negara siap bertarung memperebutkan trofi utama dan memberikan yang terbaik untuk bangsa mereka. Satu diantaranya adalah Brasil yang lolos ke Piala Dunia Wanita 2015 dengan status sebagai Juara Copa America 2014. Prestasi terbaiknya adalah sebagai runner-up Piala Dunia Wanita 2007 di Tiongkok.

View original post 379 more words

Women's Footie Indonesia

Piala Dunia Wanita Kanada 2015 telah memasuki pertandingan kedua fase grup. 552 Pemain dari 24 negara siap bertarung memperebutkan trofi utama dan memberikan yang terbaik untuk bangsa mereka. Satu diantaranya adalah Spanyol yang mencetak sejarah baru dengan lolos Piala Dunia Wanita untuk pertama kalinya. Spanyol lolos ke Piala Dunia Wanita dari Grup 2 pada Kualifikasi Piala Dunia Wanita 2015 zona UEFA.

View original post 647 more words

Tulisan saya mengenai usaha tim klub sepakbola Atletico dan Barcelona untuk mengubah status pemain tim putri dari amatir menjadi profesional.

Women's Footie Indonesia

bcn_jlanuza_20150329161609__JLS7429-kpNG--911x683@MundoDeportivo-Web

Kepindahan Virginia Torrecilla ke Montpellier dan Vicky Losada ke Arsenal Ladies meninggalkan sebuah pertanyaan. Apakah eksodus di Barcelona telah menjadi trend? Jawabannya: tentu saja. Ada alasan yang mendari isu ini, yaitu status Barcelona sebagai tim yang tetap dianggap amatir, karena liga sepakbola Spanyol masih berstatus amatir. Kemudian baru sepekan yang lalu Marta Corredera mengumumkan bahwa ia resmi meninggalkan Barcelona setelah lima tahun bersama.

View original post 428 more words