Kematian adalah hal yang tak terelakkan yang sudah pasti akan dialami oleh semua manusia. Namun, kematian tragis menyisakan luka mendalam bagi beberapa orang. Hari ini, setahun yang lalu, teman sekantor saya, Ahmad Faqih, tewas tertabrak oleh truk trailer ketika sedang mengendarai sepeda motornya di kawasan Jembatan Tiga, Pluit, Jakarta Utara. Korban sempat dibawa di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun apa daya , saat di perjalanan , korban meninggal dunia. Dan seperti kasus kasus tabrak lari lainnya, polisi kesulitan untuk mengusut pelakunya.

Daerah Pluit, Jakarta Utara memang dikenal sebagai kawasan yang seringkali dilewati oleh truk truk berukuran besar. Kadangkala, saya sendiri sering melihat supir truk mengemudi secara ugal ugalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Namun, bagi mereka pengguna sepeda motor, hal itu telah menjadi resiko terburuk yang dapat mereka hadapi.

Sesungguhnya motor bukanlah kendaraan yang tepat untuk digunakan sebagai transportasi jarak jauh, apalagi di jalan yang sangat ramai. Akan tetapi, ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan transportasi publik, terutama untuk mereka yang pulang dinihari (catatan : Almarhum Faqih pulang dari kantor pukul 01.00 ) membuat banyak pekerja terpaksa mengambil resiko ini. Mayoritas kawan kawan saya yang bekerja di media, terutama yang tidak memiliki mobil, mengendarai motor setiap hari. Jarak yang tidaklah dekat karena dapat mencapai 30km (sekali jalan) atau bahkan lebih.

Taksi memang dapat menjadi alternatif angkutan umum di malam hari, namun tidak semua orang mampu membayar ongkos taksi yang menurut saya cenderung mahal. Dan perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan memberikan voucher kepada para karyawannya. Jadi, opsi ini tidak berlaku untuk semua orang.

Well, saya hanyalah orang biasa yang cuma bisa menuntut ini itu. Saya hanya menginginkan agar tidak ada lebih banyak korban kecelakaan. Saya berharap agar pemerintah kota memikirkan ide ini. Ya, mengoperasikan angkutan umum malam hari. Tentunya, pemerintah kota Jakarta dan kota-kota lainnya di pinggiran Jakarta (Bekasi, Depok, Tangerang) perlu bekerjasama untuk mewujudkan hal ini.

Advertisements