Inggris Raya adalah sebuah negeri dengan sejarah yang sangat panjang sejak berabad-abad yang lalu. Kalau kalian pernah mendengar istilah : “Britain Rules the waves”, kalian pasti mengetahui betapa pentingnya Inggris di mata dunia. Sejak zaman dahulu pelaut-pelaut Inggris telah mengelilingi dunia, menaklukkan wilayah di luar Inggris dan menjadikannya daerah jajahan.

Pada masa kini, semboyan “Britain rules the waves” tercermin dalam penggunaan bahasa Inggris di banyak negara di dunia. Bagi negara yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris, bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib di sekolah-sekolah menengah di seluruh dunia. Adapula negara yang mewajibkan pelajaran bahasa Inggris sejak sekolah dasar.

Image

(sumber foto : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/40/Britannia_rules_the_waves_IMG_2210.JPG)

 

Pengaruh Inggris tidak hanya terbatas pada penggunaan bahasa di beberapa negara dan pentingnya memperlajari bahasa Inggris. Pengaruh tersebut telah merasuk ke berbagai aspek kehidupan, contohnya sepakbola. Sejak awal tahun 1990-an, Liga Inggris mulai ditayangkan di TV nasional Indonesia.

Saya sendiri baru menonton kompetisi Liga Inggris sejak musim kompetisi 1994-1995, ketika pertama kali saya menyukai sepakbola. Pada saat itu saya tidak mempunyai klub favorit dan menonton hampir semua pertandingan yang melibatkan klub-klub besar. Pertandingan liga inggris pertama yang saya saksikan di televisi adalah pertandingan yang melibatkan klub Sheffield Wednesday. Sheffield bukanlah klub besar, tetapi pada saat itu saya penasaran dengan sepakbola Inggris.

Saya baru memutuskan untuk memfavoritkan Arsenal sejak melihat penampilan kiper David Seaman pada tahun 1995. Pada saat itu, Arsenal menghadapi Sampdoria di semifinal Piala Winners. Seaman menjadi penyelamat dengan menyelamatkan bola hasil tendangan penalti Attilio Lombardo dan membawa Arsenal ke final. Prestasi Arsenal pada musim 1994-1995 tidak terlalu cemerlang karena mereka hanya finish di urutan ke-12 namun hal itu tidak menghalangi kecintaan saya terhadap Arsenal.

Image

(David Seaman. sumber foto : http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/02/18/article-1251973-0859C3F1000005DC-811_468x286.jpg)

 

Kecintaan saya terhadap Arsenal bertambah setelah Arsene Wenger bergabung pada musim 1996-1997. Setahun kemudian, pada musim 1997-1998, Arsenal merebut gelar juara Liga Inggris. Walaupun sempat “kering gelar” selama 9 tahun (2005-2014), kecintaan saya terhadap Arsenal tidak memudar.

Bukti kecintaan saya terhadap Arsenal lainnya tercermin dari usaha saya yang meminta izin kantor untuk menonton Arsenal di Malaysia. Saya berpikir bahwa saya tidak akan dapat pergi ke Inggris sampai kapanpun jika saya tidak memiliki banyak uang. Jadi, saya rela pergi ke Kuala Lumpur untuk menonton pertandingan persahabatan antara Arsenal dan tim nasional Malaysia pada bulan Juli 2012.

Image

(Saya di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur ketika menonton Arsenal)

 

Fakta bahwa saya mencintai Arsenal sudah tidak diragukan lagi. Walaupun demikian, hal itu tidak menutup mata saya untuk menonton pertandingan tim-tim lainnya. Menurut saya, Liga Inggris adalah liga paling kompetitif di dunia. Klub-klub besar dapat dikalahkan oleh klub-klub kecil dan setiap tahun selalu terjadi kejutan di akhir musim. Jarang ada klub-klub Liga Inggris yang memastikan menjadi juara dengan masih banyak menyisakan pertandingan. Tidak mengherankan apabila banyak penggemar sepakbola berlangganan TV kabel untuk dapat menonton pertandingan Liga Inggris.

Hal lain, masih seputar sepakbola, yang membuat saya tertarik dengan klub-klub Liga Inggris adalah bahwa mereka mempunyai kebijakan terkait lingkungan hidup. Lagi-lagi saya mengambil contoh Arsenal sebagai klub yang menerapkan kebijakan lingkungan hidup. Tahukah kalian bahwa Arsenal membangun pusat daur ulang tidak jauh dari Stadion Emirates? Pada hari pertandingan, botol dan gelas plastik dipisahkan dari sampah jenis lainnya, dikumpulkan oleh petugas kebersihan, dan lalu didaur ulang.

Sebagai penggemar sepakbola, saya sangat kagum terhadap klub-klub sepakbola yang tidak hanya mementingkan uang, tetapi juga mampu berbuat sesuatu hal yang positif untuk lingkungan sekitarnya. Lingkungan hidup dan sepakbola adalah 2 hal yang tak terpisahkan. Saya sangat tertarik mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana klub-klub sepakbola Inggris menerapkan kebijakan terkait lingkungan hidup. Hal itu hanya dapat terwujud apabila saya mengunjungi markas mereka di Inggris. Ini adalah mimpi saya sebagai penggemar sepakbola dan manusia yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Mister Potato, please wujudkan keinginan saya untuk pergi ke Inggris!

Image

 

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Mister Potato.

 

 

 

Advertisements